Tingkatkan hidrasi kulit dan hilangkan kerutan dengan Antarcticine®. Bahan aktif kosmetik inovatif dari Antartika untuk formulasi R&D.
Di tengah pesatnya perkembangan industri kecantikan, konsumen semakin cerdas dalam memilih produk. Fokus pasar kini bergeser menuju produk yang tidak hanya menawarkan klaim superfisial, tetapi juga memiliki data klinis yang kuat, terutama dalam menjaga skin barrier, mengunci kelembapan, dan mencegah penuaan dini.
Salah satu inovasi terdepan di bidang ini adalah ANTARCTICINE® marine ingredient. Berasal dari lingkungan paling ekstrem di bumi, bahan aktif ini menawarkan mekanisme perlindungan yang luar biasa untuk formulasi kosmetik Anda.
Apa itu Antarcticine® Marine Ingredient?
ANTARCTICINE® marine ingredient adalah glikoprotein yang diproduksi melalui bioteknologi (pembuktian blue biotechnology) dari strain bakteri psychrotrophic laut, yaitu Pseudoalteromonas Antarctica NF3. Menariknya, strain bakteri ini pertama kali diisolasi dari lumpur yang dikumpulkan dari dasar gletser di wilayah teluk Admiralty (Pulau King George, Kepulauan Shetland Selatan) selama ekspedisi ilmiah ke Antartika.
Mengapa Antarcticine®?
Bahan aktif ini bukan sekadar cerita pemasaran yang menarik; ia didukung oleh serangkaian uji efikasi in-vitro dan in-vivo yang relevan dengan tantangan perawatan kulit modern.
1. Meningkatkan Kelembapan dan Hidrasi Kulit secara Signifikan
Mempertahankan hidrasi kulit adalah kunci dari kulit yang sehat. Evaluasi in-vivo pada panel sukarelawan dengan kulit kering dan kerutan menunjukkan bahwa formulasi krim dengan 1% ANTARCTICINE® marine ingredient C yang diaplikasikan dua kali sehari selama 30 hari memberikan hasil yang mengesankan. Tingkat kelembapan kulit meningkat sebesar 14,8% setelah 30 hari. Selain itu, bahan ini efektif mencegah hilangnya kadar air dengan menurunkan tingkat Transepidermal Water Loss (TEWL) sebesar 14,7% setelah 30 hari perawatan.
2. Cara Menghilangkan Kerutan dan Restrukturisasi Dermal
Bagi konsumen yang mencari cara menghilangkan kerutan, bahan aktif ini bekerja di tingkat seluler untuk meningkatkan sintesis protein dermal. Pada uji klinis in-vivo. Setelah 30 hari penggunaan krim dengan 5% bahan aktif, analisis profilometri kulit menunjukkan penurunan kedalaman kerutan sebesar 10,6% dan penurunan volume kerutan sebesar 9,3%. Kulit juga menjadi lebih kencang dengan penurunan deformasi maksimal (R0) sebesar 9,2% dan peningkatan elastisitas keseluruhan (R2) sebesar 6,1%.
3. Meredakan Kemerahan (Erythema) pada Kulit Sensitif
Paparan lingkungan ekstrem sering kali memicu reaksi inflamasi dan kemerahan. Uji klinis membuktikan bahwa bahan aktif ini mampu menghaluskan warna kemerahan pada kulit, dengan penurunan indeks erythema sebesar 4,5% setelah 30 hari pemakaian di bawah kondisi lingkungan yang dingin dan memicu iritasi.
| INCI Name | Water (Aqua), Pseudoalteromonas Ferment Extract, Caprylyl Glycol |
| Dosis Rekomendasi | 1% - 5% |
| Rentang pH | Direkomendasikan antara 3.0 dan 7.5 |
| Aplikasi Ideal | Krim pelembap ekstrem, serum anti-aging, produk untuk kulit sensitif, krim malam restrukturisasi |
Relevansi dengan Tren Kosmetik Indonesia
Iklim tropis Indonesia dengan paparan AC yang terus-menerus sering kali merusak skin barrier konsumen, menyebabkan dehidrasi parah dan penuaan dini. Penggunaan ANTARCTICINE® marine ingredient memberikan keunggulan kompetitif bagi brand owner untuk meluncurkan produk serum anti-aging atau pelembap barrier repair yang memiliki story-telling dipadukan dengan efikasi teknis yang telah teruji.
🌟 Siap Tingkatkan Kualitas Formulasi dan Produk Kamu? 🌟
Tingkatkan efikasi anti-aging dan kemampuan hidrasi kulit pada formulasi produk Anda dengan ANTARCTICINE® marine ingredient.
Request Sample and Document
📲 Follow akun Instagram kami @pt.interchemprimamitra untuk insight tren skincare & makeup, serta follow akun kedua kami @interchemprimamitra untuk eksplorasi bahan aktif inovatif.