Ketika kita berbicara tentang keindahan wajah, istilah "Golden Ratio" sering kali muncul.Golden Ratio, atau dikenal sebagai Phi (Φ), telah lama dianggap sebagai standar kecantikan universal. Tidak hanya menjadi istilah terkenal, tetapi konsep ini juga mendapatkan tempat istimewa dalam tren kecantikan modern. Pada awalnya, konsep ini muncul sebagai alat untuk menilai apakah proporsi dari dahi, mata, tulang pipi, dan fitur wajah lainnya sesuai dengan rumus tertentu. Pada zaman Renaisans Eropa, para seniman dan arsitek sering menggunakan rumus rasio emas untuk membantu merencanakan karya mereka. Hingga berabad-abad kemudian, ilmuwan mulai mengadopsi rumus matematika ini untuk menjelaskan mengapa beberapa individu dianggap memiliki penampilan yang menarik sementara yang lainnya tidak. Saat ini, rasio emas masih menjadi pedoman yang digunakan untuk mengevaluasi keindahan wajah.
Siapa yang dapat membantu merancang arsitektur kulit untuk mencapai Golden Ratio? Telosit mungkin memegang kuncinya. Telosit adalah jenis sel yang relatif baru ditemukan di kulit pada tahun 2012. Mereka memiliki tubuh kecil dan proyeksi panjang yang disebut telopoda, membentuk jaringan yang kompleks di ruang antar sel jaringan, atau interstisium. Telopoda membentuk jaringan tiga dimensi yang berkomunikasi dengan berbagai jenis sel tetangga melalui sambungan sel-sel dan pelepasan vesikel ekstraseluler. Telosit dapat mengendalikan sel lain melalui komunikasi antarsel dan berpartisipasi dalam regulasi sel punca, dianggap sebagai "sel perawat" bagi mereka. Ini dapat berkontribusi pada mekanisme perbaikan, regenerasi, dan menjaga keseimbangan dan organisasi jaringan.
Ketika kulit terpapar stres, Telocyte dan sel epidermis dapat mengalami kerusakan. Ini berdampak pada ketidakseimbangan dalam proporsi wajah, yang dapat memengaruhi penampilan keseluruhan. Hal ini semakin dikuatkan dengan studi oleh Lubrizol C&MI pada 2021, di mana dokter beda kecantikan mengamati 88% perubahan wajah terjadi akibat stres berlebihan dalam jangka waktu yang panjang. Stres tidak hanya mengganggu keseimbangan emosi, namun harmoni wajah juga terkena dampaknya.
Sekarang, mari kita perkenalkan Telophi, ekstrak yang diproduksi melalui bioteknologi oleh Bacillus sp. yang diisolasi di Florida Keys. Telophi bertujuan untuk melindungi Telocyte dan sel punca epidermis yang sedang berkembang dari tekanan psikologis, menjaga organisasi kulit, dan mendekati konsep kecantikan Phi. Secara in vitro Telophi memiliki manfaat luar biasa, termasuk meningkatkan aktivitas Telocyte dan memberikan perlindungan dari stres psikologis yang dapat merusak keharmonisan kulit. Sedangkan dalam pengujian in vivo, Telophi membantu meningkatkan struktur wajah mendekati rasio Phi yang diinginkan, memberikan tampilan wajah yang lebih seimbang dan harmonis. Tidak hanya itu, Telophi juga memiliki efek lifting, firming, dan anti-wrinkle yang membantu kulit tetap segar dan muda dari tanda penuaan.
Dalam perjalanan mencapai keindahan wajah, sering kali kita lupa bahwa keseimbangan emosional juga berperan penting. Telophi membawa keseimbangan ini ke dalam persamaan dan membantu Anda mendekati Golden Ratio yang diinginkan.